PENGEMBANGAN POSYANDU HOLISTIK-INTEGRATIF DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA
Keywords:
Posyandu Holistik-Integratif, stunting, tumbuh kembang balita, antropometri, , pengabdian masyarakatAbstract
Gangguan pertumbuhan balita, seperti stunting dan gizi kurang, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan komprehensif di tingkat layanan dasar. Posyandu Holistik-Integratif merupakan model pelayanan yang menggabungkan aspek kesehatan, gizi, stimulasi tumbuh kembang, dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan stimulasi perkembangan balita melalui penerapan konsep Posyandu Holistik-Integratif. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan, edukasi, pelatihan antropometri, simulasi stimulasi tumbuh kembang, konseling gizi individual, dan evaluasi pre–post test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Sartika II wilayah kerja Puskesmas Wonomulyo dengan total peserta 25 balita beserta ibu serta kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita, peningkatan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan sesuai usia. Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar balita memiliki status perkembangan sesuai usia, meskipun ditemukan beberapa balita dengan risiko stunting dan gizi kurang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat implementasi Posyandu Holistik-Integratif sebagai upaya preventif dalam pencegahan gangguan pertumbuhan balita di tingkat komunitas


