PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI MELALUI HEALTH COACHING DI DESA ADOLANG
Keywords:
efikasi diri, Health coaching, hipertensi, kader kesehatan, pemberdayaan masyarakatAbstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi namun cakupan pengendaliannya masih rendah, terutama pada wilayah pesisir dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Hasil pendataan awal di Desa Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak patuh minum obat dan hanya sebagian kecil yang tekanan darahnya terkendali, sementara kader Posbindu PTM belum memiliki keterampilan pendampingan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pengendalian hipertensi melalui health coaching berbasis komunitas dengan kader sebagai pendamping. Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu pada bulan Mei 2026 dengan melibatkan 35 penderita hipertensi berusia 45 tahun ke atas serta 10 kader kesehatan. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan (advokasi lintas sektor, pendataan, penyusunan modul, dan pelatihan kader sebagai co-coach), pelaksanaan (empat sesi health coaching mingguan dengan model GROW dan teknik motivational interviewing, edukasi diet rendah garam berbasis pangan lokal, serta pemantauan tekanan darah mandiri disertai kunjungan rumah oleh kader), dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 54,8 menjadi 82,6, peningkatan skor efikasi diri dari 22,4 menjadi 30,1, penurunan rerata tekanan darah sistolik sebesar 10,8 mmHg dan diastolik sebesar 6,7 mmHg, serta peningkatan proporsi peserta dengan tekanan darah terkendali dari 22,9% menjadi 51,4% dengan tingkat kehadiran 94,3%. Luaran kegiatan berupa 10 kader terlatih, modul health coaching, buku pemantauan tekanan darah mandiri, dan kesepakatan pemantauan dua mingguan bersama pemerintah desa. Health coaching yang dipadukan dengan pemberdayaan kader terbukti mampu meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pengendalian hipertensi secara berkelanjutan.



