Determinan Faktor Kematian Bayi Di Kabupaten Majene

Authors

  • Yulianah Sulaiman Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Bina Bangsa Majene
  • Darmin Dina Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Bina Bangsa Majene
  • Abidin Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Bina Bangsa Majene

Keywords:

Bayi, BBLR, Kematian Bayi, Paritas, usia Gestasi

Abstract

Pendahuluan Di wilayah Asia Tenggara, tren kematian bayi 5 tahun terakhir juga menunjukkan penurunan yaitu pada rentang 1,3%-3,47%. Asia Tenggara juga merupakan salah satu wilayah dengan AKB berada dibawah rata-rata global (26 per 1.000 KH). Pada tahun 2022, sebanyak 7 dari 11 negara Asia Tenggara yang memiliki AKB diatas rata-rata yang telah ditetapkan pada SDGs (12 per 1.000 KH) yaitu negara Laos (42,82 per 1.000 KH), Kamboja (41,26 per 1.000 KH), Myanmar (34,84 per 1.000 KH), Timor Leste (26,19 per 1.000 KH), Indonesia (19,08 per 1.000 KH), Vietnam (14,69 per 1.000 KH), dan Filipina (13,87 per1.000 KH). Angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2024 berada di posisi 5 teratas dari 11 negara di Asia Tenggara.7 Angka kematian bayi di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2022 ke 2023 yaitu dengan rentang penurunan sebesar 3,39%-4,76%. Pada tahun 2023 ke 2024 dengan rentang penurunan 3,18-3,4%.7–9 Terdapat peningkatan angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2024 yaitu sebesar 5,17% dengan rincian sebanyak 21 dari 34 Provinsi mengalami peningkatan angka kematian bayi. Provinsi dengan angka kematian bayi yang tinggi pada tahun 2024 sebagian besar berada di Pulau Kalimantan yaitu 4 dari  Provinsi, Pulau Nusa Tenggara yaitu 2 provinsi, dan Pulau Sulawesi yaitu 2 dari 6 provinsi.  Tujuan Menganalisis faktor yang mempengaruhi  kematian bayi di   Kabupaten Majene tahun 2024. Metode Penelitian ini  dilakukan dengan menggunakan Metode kuantitatif untuk mendapatkan data yang terukur. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain studi case control.. Penentuan sampel pada penelitian ini  dengan tehnik total sampling menggunakan perbandingan 1;1 antara kasus dan kontrol.  Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,026 (p-value<0,05), hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan kejadian kematian   di Kabupaten Majene. Nilai OR = 2,769 (95% CI 1,201 - 6,387) yang artinya bayi dengan status ekonomi keluarga yang rendah berisiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami kematian dibandingkan bayi dengan status ekonomi keluarga yang tinggi Kesimpulan Tidak terdapat  hubungan  Pendidikan ibu  terhadap kejadian kematian bayi di   kabupaten Majene Tahun 2024.Terdapat hubungan  Status Ekonomi Keluarga  terhadap kejadian kematian bayi di   kabupaten Majene Tahun 2024.Terdapat hubungan  usia gestasi terhadap kejadian kematian bayi di   Kecamatan Banggae dan Pamboang Kabupaten Majene. .Tidak terdapat hubungan  paritas terhadap kejadian kematian bayi di   kabupaten Majene Tahun 2024.Terdapat hubungan  Berat Badan Lahir   terhadap kejadian kematian bayi di   kabupaten Majene Tahun 2024.

Downloads

Published

2025-10-31