Implementasi Pemberian Bekal Sehat dan Optimalisasi Kunjungan ke Posyandu terhadap Status Gizi Anak Usia Dini di Polewali Mandar: Case Study
Keywords:
Peran Orang Tua, Implementasi Bekal Sehat, Optimalisasi Kunjungan ke Posyandu, Status Gizi, Anak Usia DiniAbstract
Status gizi anak usia dini sangat krusial karena memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak (kognitif), kecerdasan, dan kesehatan jangka panjang, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gizi buruk di usia ini berisiko menyebabkan masalah permanen seperti stunting, yang menghambat potensi sumber daya manusia unggul dan produktivitas di masa depan, menjadikannya investasi penting untuk generasi emas Indonesia. Data status gizi di desa Kenje Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar pada anak usia dini berdasarkan indikator BB\U terdapat 3 sangat kurang, 21 sangat kurang, 209 berat badan normal. TB\U terdapat 9 sangat pendek, 28 pendek, 196 normal. BB\TB terdapat, 6 gizi kurang, 219 normal, 5 resiko gizi lebih, 3 gizi lebih, 37 stunting, 6 wasting, 24 underweight yang sesuai. Penelitian ini merupakan studi kasus (case study) yang bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam implementasi memberikan bekal sehat dan optimalisasi kunjungan ke Posyandu terhadap status gizi anak usia dini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam implementasi pemberian bekal sehat di TK Guppi Kabupaten Polewali Mandar cukup baik, hal ini dilihat pada jawaban semua informan yang memberikan bekal sehat yang bernutrisi dimana bekalnya ada sumber karbohidrat seperti nasi, sumber sumber protein seperti susu, dan sumber vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan. Selain itu, orang tua harus dapat membentuk pola makan anak, menciptakan situasi yang menyenagkan dan menyajikan bekal makanan yang menarik untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Dalam optimalisasi kunjungan ke Posyandu terhadap status gizi anak usia dini, orang tua sangat antusias dalam membawa anaknya ke Posyandu untuk mengetahui tumbuh kembang anaknya. Orang tua anak juga mendapat banyak informasi di Posyandu tentang cara memberikan anak makanan bergizi agar berat dan tinggi anak bertambah, dan juga mendapatkan cakupan vitamin dan imunisasi anak lengkap setiap bulannya.
References
Anggraeni, R. N., Fakhriyah, F., & Ahsin, M. N. (2021). Peranua orang tua sebagai fasilitator anak dalam proses pembelajaran online di rumah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,nomor 8(2021), 105.
Hakim, M. F. Al, & Azis, A. (2021). Peran Guru dan Orang Tua: Tantangan dan Solusi dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemic COVID-19. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities,nomor 4(2021).12-23.
Kumala Ardianti Permadi.2020 Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Status Gizi Anak Usia Dini Melalui Bekal Makanan (Lunch Box) Di Ra Al Qodir Wage Taman Sidoarjo. Skripsi 2020.
Kumalasari, D. A. (2019). Pengaruh Stimulasi Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini di TK Dharma Wanita Desa Pepe Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan [Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang].
Kusumo, W. P. (2021). Peran Orang Tua Yang Sibuk Bekerja Dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini ( Usia 4-5 Tahun ) Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Ra Muslimat Nu Kebonrejo 2 Salaman Magelang. Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak Dan Manajemen Pendidikanv Usia Dini,nomor 4(2021), 34–45.
Putri, S. A., Suarni, Ofan, H., Febrianty, F., & Harma, S. (2025). Analisis Peran Petugas Posyandu terhadap Pemantauan Status Gizi pada Balita di Posyandu Layonga Kabupaten Majene. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan, 8(2), 276-285.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SRI AGUSTY PUTRI, Sitti Harma, Ade Kartikasari Sebba, Femi Febrianty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








