Kegawatdaruratan Maternal dalam Perspektif Pelayanan Kebidanan Esensial

Authors

  • Evi Himawan Evi a:1:{s:5:"en_US";s:48:"Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene";}
  • Arfiani Busman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Keywords:

kegawatdaruratan maternal, pelayanan kebidanan, puskesmas, rujukan maternal, kesehatan ibu

Abstract

Kegawatdaruratan maternal masih menjadi tantangan dalam pelayanan kebidanan esensial di fasilitas kesehatan tingkat pertama, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kasus kegawatdaruratan maternal dalam perspektif pelayanan kebidanan esensial di Puskesmas Sendana II Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan total sampel sebanyak 78 data ibu yang mengalami kegawatdaruratan maternal selama periode Januari–Desember 2025, yang diambil secara total sampling dari data rekam medis dan laporan pelayanan kebidanan. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada masa kehamilan dengan karakteristik ibu berusia risiko tinggi dan paritas multigravida, serta jenis kegawatdaruratan didominasi oleh masalah gizi dan komplikasi kehamilan. Sebagian kasus dapat ditangani di Puskesmas melalui pelayanan kebidanan esensial, sementara lainnya memerlukan rujukan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan deteksi dini, penatalaksanaan kegawatdaruratan, dan sistem rujukan untuk meningkatkan keselamatan maternal.

 

References

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. (2022). Profil kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Dinkes Sulawesi Barat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (PONED). Kemenkes RI.

Kismoyo, C. P., & Hakimi, M. (2012). Evaluasi pelayanan kegawatdaruratan maternal neonatal pada Puskesmas PONED. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 1(2), 85–94.

Purwanto, A., Lestari, Y., & Handayani, S. (2020). Faktor risiko kegawatdaruratan obstetri pada ibu bersalin. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(3), 145–153.

Ristanti, A. D., & Zuwariyah, N. (2024). Manajemen rujukan kegawatdaruratan obstetri di pelayanan primer. Jurnal Ners dan Kebidanan, 11(1), 22–30.

Sari, D. P., Lestari, Y., & Handayani, S. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian komplikasi obstetri pada ibu bersalin. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 15(2), 85–93.

Say, L., Chou, D., Gemmill, A., Tunçalp, Ӧ., Moller, A. B., Daniels, J., Gülmezoglu, A. M., Temmerman, M., & Alkema, L. (2014). Global causes of maternal death: A WHO systematic analysis. The Lancet Global Health, 2(6), e323–e333.

Thaddeus, S., & Maine, D. (1994). Too far to walk: Maternal mortality in context. Social Science & Medicine, 38(8), 1091–1110.

United Nations Population Fund. (2021). Essential maternal health services: Guidelines for primary health care. UNFPA.

World Health Organization. (2022). Improving maternal health: Standards for quality of maternal care. WHO.

World Health Organization. (2023). Trends in maternal mortality 2000–2020. WHO.

Downloads

Published

2026-01-30